Home » » Ade Armando Berkicau Lagi : "Sunnah dan Hadits tidak bisa dianggap sbg hukum yg harus dipatuhi"

Ade Armando Berkicau Lagi : "Sunnah dan Hadits tidak bisa dianggap sbg hukum yg harus dipatuhi"

Written By cacah rukmansyah on Sabtu, 09 April 2016 | 08.50

POSMETRO INFO - Kecaman kepada Ade Armando
terus berdatangan dari masyarakat Muslim Indonesia
khususnya para netizen Muslim, beberapa netizen
bahkan memberikan ultimatum keras kepada Ade
Armando untuk keluar dari Islam jika tidak mau
mematuhi ajaran Islam.
” Kalau tidak mau patuh, keluar saja dari Islam, kan
gampang, tak perlu debat” ujar netizen bernama
Herman, jum’at (8/4/2016).
Respon keras Herman keluar ketika Ade Armando
menuliskan bahwa hadits tidak bisa dianggap sebagai
hukum yg harus dipatuhi melalui akun Facebook
pribadinya.
Ade Armando menjelaskan pernyataannya tersebut
dalam sebuah link ini ( http://www.madinaonline.id/
c907-editorial/mengapa-sunnah-dan-hadits-tidak-
perlu-dipatuhi-sebagai-hukum/ ). Tak sedikit netizen
yang geram dan mengecam pernyataan ade armando.
Sangat disayangkan ucapan pernyataan semacam ini
keluar dari mulut seorang dosen.
"Pak Dosen yang terhormat, Tidak ada orang Islam
yang berani mengatakan Hadits/perkataan Nabi SAW
menggelikan. Tolong adab toleransinya dijaga Pak.
Karena perkataan Nabi adalah sesuatu yang sakral
menurut kami umat Islam, jadi jangan direndahkan.
Karena Nabi kami juga mengharamkan menghina
sesuatu yang dianggap sakral oleh pemeluk agama
lain. " ujar akun Adhi Yahir Triyanto.
Ade beralasan bahwa di masa Nabi hidup, tidak ada
upaya secara sistematis, kolektif dan terencana untuk
mencatat dan menghapal pernyataan-pernyataan Nabi.
Pengumpulan Hadits baru dilakukan jauh hari setelah
Nabi wafat.
Netizen lainya menyarankan kepada Ade Armando jika
tidak faham soal Ilmu hadits lebih baik belajar atau
bertanya kepada para ulama.
"Terlalu pintar orang, kalo tdk hati2 akan cenderung
mendewakan akalnya ." ujar Udin Sailudin Udin.
“Agama ini rusak, salah satunya di sebabkan karena
orang bodoh ikut berfatwa | saya kira, jika kita ingin
mengetahui maksud dan kandungan suatu hadist,
lebih baik kita bertanya kepada ulama, bukan kepada
pakar jadi jadian” saran Netizen bernama Agung.
[islamedia]

0 komentar:

Posting Komentar